logo batamtoday
Minggu, 17 November 2019
PKP


Lompat dari Jembatan I Barelang
Sepekan Tak Buahkan Hasil, Tim SAR Hentikan Pencarian Juandi Saragih
Senin, 21-10-2019 | 12:28 WIB | Penulis: Hendra
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Batam - Pencarian terhadap Juandi Saragih, pria yang melompat dari dari Jembatan I (Raja Ali Haji Fisabilillah) Barelang, Senin (14/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Dalam seminggu pencarian, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari beberapa instansi juga telah diturunkan, namun pencarian disebutkan masih nihil.

Kasatpolair Polresta Barelang, AKP Syamsurizal kepada BATAMTODAY.COM, Senin (21/10/2019) pagi ini, mengatakan, pencarian Juandi Saragih telah dihentikan. Penghentian ini berdasarkan kesepakatan bersama dengan TIM SAR gabungan, yakni dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Batam, Polairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, Bakamla dan Polsek Sagulung.

"Hasil kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, dari Basarnas, Polairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, Bakamla, dan Polsek Sagulung. Kegiatan pencarian sudah dihentikan karena lebih kurang lima hari pencarian masih belum mendapatkan hasil," ujar AKP Syamsurizal.

Hal senada juga disampaikan Agung, Humas Basarnas yang terpusat di Tanjungpinang, pencarian mereka hentikan karena telah sesuai dengan tenggat waktu pencarian yang disepakati.

"Iya benar, pencarian telah kita hentikan semalam, (Minggu, 20/10/2019) sekitaran pukul 18.00 WIB. Hal ini atas kesepakatan bersama dengan beberapa unsur SAR lainnya. Pencarian dihentikan karena tidak ada tanda-tanda akan penemuan dan sudah tidak efisien lagi kalau dilanjutkan," terangnya singkat.

Hal lainnya dijelaskan Agung, bahwasanya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam pencarian. Normatifnya ketika jasad tenggelam 3 hari paling lambat jasad tersebut telah mengapung kembali di permukaan.

"Hanya saja untuk pencarian Juandi Saragih tersebut telah seminggu berselang, ada kemungkinan jasadnya tersangkut dan pencah di dasar lautan. Kita sempat akan lakukan penyelaman, namun melihat kondisi arus dasar laut yang tak memungkinan, ini tidak efisien lagi. Kita juga melihat, arus laut di Jembatan I ini kuat dan berputar," pungkasnya.

Juandi Saragih, terdata sebagai seorang pria yang belakangan disebutkan juga seorang transpuan (transgender perempuan) berumur 31 tahun melakukan aksi bunuh diri pada hari Senin (14/10/2019) lalu sekitaran pukul 13.00 WIB siang dengan cara melompat dari Jembatan I Raja Haji Fisabilillah.

Belum diketahui penyebab utama Juandi nekat terjun dari Jembatan I Barelang. Sementara rekaman CCTv di sekitar area jembatan juga tidak bisa diandalkan karena mengalami kerusakan pasca disambar petir ucap salah seorang petugas Ditpam BP Batam selaku petugas jaga di lokasi.

Sementara itu, Ahua atau lazimnya dipanggil Koko seorang supir taksi online yang mengantarkan Juandi ke Jembatan I Barelang mengatakan bahwa korban minta diantar ke lokasi karena hendak bertemu dan mengambil uang pada salah seorang temannya.

"Iya, dia telfon aku. Awalnya dia tanya Koko di mana. Aku jawab di Nagoya, karena aku memang kerjanya (nyari penumpang) di Nagoya. Sekitaran jam 12:30 siang itu lah, dia telfon aku," ujar Ahua saat dikonfirmasi BATAMTODAY.COM, Selasa (15/10/2019) lalu.

"Aku sempat tanya dia, siang-siang ke situ mau ngapain, ia jawab mau ambil uang sama kawan di Jembatan Barelang. Lalu ia tegaskan lagi mau ketemu sama kawan. Dan aku tanya mau ditunggu tak, dia bilang enggak usah," lanjut Ahua menjelaskan.

Hingga tiba di lokasi masuk Jembatan Barelang, sekitar 15 sampai 20 meter Ahua mengatakan, korban menyuruhnya untuk berhenti di pinggir jalan. Ahua pun berhenti dipinggir jalan sebelah kiri, sementara korban langsung turun membayar ongkos tanpa cerita apa pun.

"Dia langsung berjalan dulu ke tengah jembatan (median jalan), kan mobil berhenti sebelah kiri. Terus aku pergi patah balek jalan ke ujung jembatan, lalu belok dan balik ke Nagoya. Saat melewatinya dia udah nyeberang jalan. Dan berdiri di sebelah kanan jembatan (kalau kita dari arah Barelang ke Tembesi)," terangnya Ahua.

"Aku lewat pelan-pelan dia masih ada di sana, terus gak jauh lepas dari jembatan itu, aku tengok di spion tiba-tiba orangnya hilang (gak kelihatan)," tambahnya.

Tresno (sebelumnya dituliskan Tisno) seorang pedagang di sekitar mengatakan, Ia sempat melihat Juandi sebelum terjun dari Jembatan I. Saat itu Juandi turun dari mobil, dengan pakain bewarna pink. Ia melangkah sebentar ke arah sisi jembatan dan berhenti seperti sedang mengirimkan pesan singkat entah kepada siapa, sebelum Ia melakukan aksi bunuh dirinya.

"Ya benar. Ada yang mendadak terjun selang beberapa menit setelah turun dari mobil. Tiba-tiba langsung lompat dari jembatan. Ingatnya bajunya berwarna pink, kalau perihal mobil saya tidak ingat," jelas Tresno Senin (14/10/2019) sore itu di lokasi kejadian.

Selang seminggu setelah kejadian ini, apa yang menyebabkan Juandi Saragih nekat terjun dari Jembatan I Barelang masih menjadi tanda-tanya. Apakah karena hubungan, kehidupan atau ragam permasalahanainnya? Yang jelad aksi terjun dari Jembatan I Barelang ini telah beberapa kali terjadi.

Editor: Gokli

evitel hotel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2019 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit